Pesan Gembala

Shalom…

Jemaat Family Blessing yang dikasihi Tuhan dan yang saya kasihi, Allah itu Maha Adil. Cepat atau lambat orang yang berbuat jahat kepada kita akan Allah balas asal kita tetap mempunyai respon yang benar. Jika orang itu kelihatan tambah makmur, jangan menuduh Allah tidak adil karena tidak melakukan pembalasan. Allah memberi dulu kepada dia kemurahan-Nya dan kesabaran-Nya supaya dia bertobat. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan.( Roma 2:4 )

Orang yang masih punya nurani akan meleleh hatinya saat menyadari kenapa Allah masih mengasihinya sekalipun dia jahat. Saat itu dia bisa merasakan secara nyata bahwa Allah mengasihi dia.  Maka dia akan insyaf. Tak akan lagi membenci kita. Dia akan bisa mengasihi karena dia sudah merasakan dikasihi Allah.Tetapi orang bebal yang hati nurani nya sudah mati, akan merasa bahwa dia orang benar dan tak ada salahnya. Justru kemurahan dan kesabaran Allah yang dia terima sebagai berkat, diputarbalikkannya sebagai pembenaran diri bahwa dia sama sekali tidak bersalah dalam mendzolimi kita.

Dia akan banggakan diri dan berkata pada semua orang bahwa kesuksesan yang dia raih adalah bukti tak terbantahkan bahwa dia adalah orang benar. Jika dia salah, mustahil Allah berkati dia. Sesungguhnya dia sedang memperbesar murka Allah yang akan diterimanya kelak. Roma 2: 5-6 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Setiap kedzoliman yang dia pernah lakukan pada kita akan dikembalikan Allah kepadanya berkali-kali lipat. Kekayaan yang dia banggakan sebagai bukti bahwa dia adalah orang benar sehingga diberkati Allah akan Allah habiskan untuk membuktikan kepada dia dan keluarganya bahwa dia bukan orang benar. Keluarga dan koleganya yang ikut memihak dia sehingga membuat hatinya makin keras, akan Allah hancurkan. Allah ingin agar mereka semua sadar bahwa selama ini mereka salah karena tertipu untuk membela orang lalim dan memusuhi orang benar. Pendek kata, semua kebanggaan diri (ego) nya akan Allah hancurkan supaya dia insyaf dan tobat.  Jika sejak awal kita sudah menangani konflik ini dengan sikap benar seperti yang Allah kehendaki, maka kita akan turut berempati dengan kehancuran lawan kita. Tetapi jika sisa ego kita masih ada, maka kita akan bersukacita. Ini adalah kejahatan di hadapan Allah.

Amsal 24:17-18  Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. Maka Allah tidak akan melanjutkan hukumannya atas orang itu sampai tuntas, sampai orang itu tobat. Karena percuma kalau orang itu nantinya tobat, tapi ternyata kita sendiri belum tobat.Tetapi jika sejak awal kita menangani konflik ini dengan sikap benar. Dengan kasih, mengampuni, mendoakan, memberkati, tidak membalas serta menyerahkan pembalasan kepada Tuhan maka Allah Maha Adil akan bertindak sesuai janji Firman-NYa.

Pesan saya, Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21). Tetaplah sabar dan mengampuni orang yang berbuat jahat kepada kita. Tuhan menyertai kita dan akan memampukan kita, Amin.