Pesan Gembala

Shalom,

Jemaat Family Blessing yang dikasihi Tuhan dan yang saya kasihi, memiliki kehidupan keluarga yang harmonis, penuh kedamaian dan sukacita serta berkecukupan dalam materi adalah dambaan setiap manusia. Orang dari latar belakang apapun baik agama, suku dan status sosial saat masuk dalam pernikahan pasti mereka semua menginginkan kehidupan keluarga yang bahagia. Tetapi dalam realitasnya suatu kondisi yang diharapkan seperti ini tidaklah semudah yang dibayangkan dan tidak sedikit rumah tangganya diwarnai dengan pertengkaran demi pertengkaran dan akhirnya berlanjut dengan perceraian. Kondisi jaman sekarang dari informasi yang saya dengar bahwa cukup banyak keluarga kristen yang juga bercerai. Inikah jalan keluar yang normal saat menghadapi masalah keluarga ? Jelas tidak ! Walaupun dunia beranggapan bahwa perceraian adalah yang normal untuk menyelesaikan masalah keluarga tetapi bagi orang yang yang sungguh percaya kepada Tuhan Yesus akan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya demi melakukan Firman Tuhan. Seberat apapun masalah rumah tangga yang timbul seharusnya tidak mengambil keputusan untuk bercerai karena Allah membenci perceraian ( Maleakhi 2:16). Jadi apa yang harus dilakukan ? harus ada penguasaan diri , menguasai hawa nafsu untuk membalas pasangan, menguasai rasa amarah/ kebencian, menguasai kesombongan yang membuat tidak mau menerima nasihat, menguasai godaan untuk bercerai! Dengan apa kita bisa melakukan ini semua ? Jawabannya hanya dengan mempercayai Tuhan dan bergantung penuh sama Tuhan. Percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menolong kita apapun persoalan kita . Hanya Dia jawaban untuk semua persoalan manusia !

Saya percaya kalau semua keluarga selalu mengundang Tuhan Yesus dalam keluarganya, menjadikanNya sebagai penguasa dalam keluarga kita, selalu melibatkan Tuhan dalam semua persoalan yang timbul maka pastilah aman kehidupan keluarga kita. Percayalah ! Mujizat pertama yang Tuhan Yesus lakukan adalah dalam pesta perkawinan di Kana yaitu mengubah air menjadi anggur. Bisa dibayangkan kalau Tuhan tidak diundang dalam pesta tersebut maka suasana pesta akan menjadi kacau, terjadi kekecewaan dan aib yang bisa mengakibatkan keluarga menjadi malu dan timbul pertengkaran karena saling menyalahkan. Dari kisah ini maka libatkanlah Tuhan dalam kehidupan rumah tanggamu.

Pesan saya, rencana Tuhan untuk setiap rumah tangga anak-anak-Nya adalah kehidupan rumah tangga yang harmonis, penuh kedamaian dan sukacita dan ini terbalik dengan rencana iblis yang selalu ingin mengacaukan kehidupan rumah tangga kristen. Kalau orang kristen menginginkan rumah tangga yang harmonis maka mereka harus memilih mengikuti rencana Tuhan. bagaimana caranyanya ? dengan hidup dekat Tuhan, rajin beribadah, berdoa dan merenungkan Firman Tuhan . Lakukanlah Firman Tuhan dengan tekun , selalu mengucap syukur maka Tuhan akan membuat berhasil baik dalam rumah tangga, pekerjaan dan pelayanan.  Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan ! (Yeremia 17:7).

Tuhan Yesus membertai saudara semua, amin.