Pesan Gembala 28 APRIL 2019

Shalom…

Jemaat Family Blessing yang dikasihi Tuhan dan yang saya kasihi, bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia — maut. Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar kata-kata tak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu salib mungkin hilang. Semua hal yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita.

Yesus Kristus, Pribadi kedua dari trinitas Allah, bersedia meninggalkan surga, menjadi manusia, dan turun ke bumi. Ia datang bukan karena kebetulan. Ia memiliki suatu tujuan saat datang dan menyatakan Diri dalam beberapa kesempatan di bumi. Kepada para murid-Nya, Ia berkata bahwa Ia “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45). Ia berkata kepada Zakheus bahwa tujuan kedatangan-Nya adalah “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). Kepada orang-orang Farisi, Ia menyatakan Diri sebagai gembala yang baik yang “memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya” (Yohanes 10:11,14,18).

Jelas bahwa tujuan utama dari kedatangan-Nya ke bumi adalah untuk menebus dosa. Ia datang ke dunia di mana hubungan antara Allah dan umat-Nya terputus karena dosa, sehingga Ia bisa memberikan pengampunan dan mengembalikan kita ke dalam hubungan kasih yang semula Allah inginkan. Menurut Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Kemudian, Roma 6:23 mengatakan bahwa “upah dosa ialah maut”. Namun demikian, Pribadi kedua dalam trinitas Allah, Yesus, menjadi manusia sehingga Ia bisa memberikan nyawa-Nya dan menggantikan kita di bukit Kalvari — untuk menebus dosa kita. Kematian-Nya membuat orang yang percaya pada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat dapat berdamai dengan Allah, dan dosanya diampuni.

Karya penebusan-Nya yang menyelamatkan kita dari hukuman kekal dosa dan menyatukan kita kembali dengan Allah, tidak dapat dipisahkan dari sifat-Nya, baik sebagai Allah maupun manusia. Hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Oleh karena itu, jika Yesus bukan benar-benar Allah, Ia tidak dapat menjadi Juru Selamat dan mengampuni dosa kita. Jika Ia tidak benar-benar menjadi manusia, Ia tidak dapat mati demi dosa kita. Menjadi Allah membuat-Nya memenuhi syarat untuk menjadi Juru Selamat kita, namun pengorbanan-Nya bagi kita dalam kemanusiaan-Nya benar-benar membuat-Nya menjadi Juru Selamat kita.

Pesan saya, oleh anugerah-Nya kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus untuk menjadi keluarga besar kerajaan Allah. Kita telah dipilih dan dilayakkan untuk menjadi utusan-utusan Allah di dunia ini untuk memberitakan berita pendamaian bagi sesama.  Kita telah diberkati dengan keselamatan maka kita juga membawa berita keselamatan ini kepada banyak orang supaya mereka juga boleh mengalami kasih Tuhan dan akan terhisap sebagai keluarga besar kerajaan Allah.  Diberkati di bumi dan di akherat. Amin.