Pesan Gembala

Shalom…
Jemaat Family Blessing yang dikasihi Tuhan dan yang saya kasihi, seperti yang sudah saya duga korban jiwa  bencana alam gempa disertai Tsutnami di Donggala dan Palu jumlahnya lebih dari dua ribu dan punya daya rusak yang jauh lebih besar dibandingkan Lombok. Ada hotel Ra Ra 8 lantai bintang tiga milik seorang hamba Tuhan yang roboh dan mengakibatkan puluhan tamunya meninggal tertimbun bangunan ,ribuan rumah, gedung sekolah dan perkantoran yang roboh. Belum lagi ada dua komplek perumahan yaitu Balaroa dan Petobo yang rumahnya tiba-tiba ambles ke dalam tanah dengan penghuninya dan ini bisa ribuan jiwa yang ikut tertelan bumi belum lagi yang hilang karena tsutnami juga masih banyak yang belum ketemu. Intinya adalah bencana alam di sulawesi tengah sungguh dahsyat dan menimbulkan kerugian serta korban jiwa yang sangat besar. Indonesia berduka ! Kita sebagai saudara sebangsa harus ikut peduli dengan situasi kondisi di sana. Minimal kita berdoa sungguh-sungguh untuk  para korban, untuk pemerintah, untuk bangsa dan negara kita ini.
Kejatuhan umat manusia dalam dosa berdampak pada segala sesuatu, termasuk alam semesta yang kita huni. Segala yang ada dalam ciptaan ini takluk kepada “kesia-siaan” dan “kebinasaaan.”
Dosa adalah penyebab utama dari bencana alam, sama seperti dosa mengakibatkan adanya kematian, penyakit dan penderitaan.
Kita memahami bagaimana bencana alam terjadi. Yang tidak dapat kita pahami: mengapa Allah mengijinkan itu terjadi. Mengapa Allah mengijinkan gempa bumi dan tsunami membinasakan ribuan jiwa ? Mengapa Allah mengijinkan topan Katrina menghancurkan rumah dari ratusan ribu orang? Banyak hal yang kita tidak bisa mengerti karena ini adalah kedaulatan Tuhan. Tetapi yang pasti dan perlu kita yakini hanyalah … Allah itu baik! dan rencana-Nya selalu baik. Melalui peristiwa ini kiranya banyak orang yang mau bertobat dan berbalik hidup memuliakan Allah.
Melalui bencana alam terjadi bertubi-tubi termasuk gempa hari Kamis dini hari yang juga dirasakan di Surabaya dimana sumber gempa nya di Situbondo bisa membuat manusia bertobat dari kesombongan dan tidak lagi mengandalkan diri sendiri, hartanya dan kepintarannya. Kita harus hidup untuk Tuhan dan mengandalkan Tuhan saja. Hidup ini hanya sementara. Hidup ini untuk melayani Tuhan!
Pelayanan-pelayanan Kristen memiliki kesempatan untuk membantu, melayani, memberikan konseling,  berdoa – dan memimpin orang kepada iman keselamatan di dalam Kristus. Allah mampu. Allah juga bisa menghasilkan buah yang baik dari tragedi-tragedi yang menyedihkan (Roma 8:28).
Pesan saya, milikilah prinsip “Karena bagiku hidup adalah  Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Filipi 1:21-22). Tuhan Yesus Memberkati, amin.