Pesan Gembala 29 Januari 2023

Shalom…

Jemaat GBI Family Blessing yang dikasihi Tuhan Yesus dan yang saya kasihi, sehebat apapun seseorang pasti dia punya kelemahan. Tidak ada manusia yang sempurna oleh karena itu seharusnya orang tidak menyombongkan akan dirinya dan merendahkan orang lain.

Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan, karena adanya suatu peristiwa yang terjadi, di mana kita tidak punya kuasa menolaknya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi atau intelektual, karena itulah tak seharusnya kita bermegah dan membanggakan diri kita sendiri.

Bila kita merasa memiliki banyak kelemahan, tidak seharusnya kita menjadi takut dan pesimis, karena sesungguhnya semua orang pasti punya kelemahan.

Mungkin saat ini kita merasa berada dalam kelemahan, semuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan, yaitu kelemahan bukanlah masalah utama, yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada kelemahan dalam diri kita. Ada kalanya TUHAN mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita Belajar Rendah Hati dan juga menunjukkan kuasa-NYA atas kita.

“Cukuplah kasih karunia-KU bagimu,sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-KU menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”(2 Korintus 12:9)

TUHAN tidak pernah terkesan dengan orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tapi DIA sangat tertarik kepada orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan, ketidakberdayaan, dan kelemahannya. INGATLAH, walaupun kita memiliki kelemahan, tapi TUHAN tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan kita.

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2Korintus 4:7)‎

Saat kita ijinkan, TUHAN bekerja melalui kelemahan kita, dan DIA akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa. KITA ADALAH BEJANA TANAH LIAT DAN TUHAN PENJUNANNYA.

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” (Yeremia 18:4)

Pesan saya, dengan menyadari akan kelemahan diri sendiri maka membuat kita sangat bergantung kepada Tuhan yang sanggup menolong kita. Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Andalkan Tuhan saja dan muliakanlah Dia. Amin

Tuhan Yesus memberkati