Pesan Gembala 2019

Shalom…

Jemaat Family Blessing yang dikasihi Tuhan dan yang saya kasihi, ada ayat firman Tuhan yang seringkali disampaikan bahkan jemaat mungkin sudah hafal yaitu Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Ams.4:23). Ayat ini untuk semua orang dan berlaku seumur hidup.

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Menutupi telapak tangan saja sulit…

Tapi kalau daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi…

Begitu juga bila HATI di tutupi PIKIRAN BURUK sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana dan bumi ini pun akan tampak buruk…

Jangan menutup MATA kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil..

Jangan menutupi HATI kita dengan sebuah PIKIRAN BURUK, walau hanya seujung kuku…

Bila HATI kita TERTUTUP, maka TERTUTUPLAH SEMUA…

Air yang banyak di lautan luas yang dalam takkan sanggup menenggelamkan sebuah perahu kecil yang ada di atasnya, kecuali kalau air itu mulai masuk ke dalam perahu.

Demikian juga dengan hidup ini, gosip dan segala penilaian negatif akan selalu ada di sekeliling kita.

Namun semuanya itu takkan sanggup menenggelamkan kita, kecuali kita membiarkan semua itu masuk ke dalam bejana hati kita.

Menjaga hati itu bukanlah tanggung jawab TUHAN, melainkan adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita tidak bisa menyalahkan TUHAN untuk setiap masalah yang hadir dalam hidup kita bila kita sendiri tidak bertanggung jawab, karena sudah membiarkan “sampah” masuk dan mengotori hidup kita.

Janganlah SESAT…

TUHAN BUKANLAH seorang pembantu rumah tangga yang berkewajiban membersihkan rumah kita, sehingga saat kita bangun tidur, segalanya sudah beres bagi kita.

Saat kita memgambil tanggung jawab untuk membersihkan hati kita dan menyaring apapun yang akan masuk ke dalamnya, maka saat itu juga TUHAN baru akan melakukan tanggung jawab-NYA untuk memproteksi hidup kita dengan Damai Sejahtera.

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-NYA.” (Lukas 2:14)

Pesan saya, Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita untuk memilih memiliki hati yang bersih atau hati yang kotor. Pilihan di tangan kita karena itu merupakan tanggungjawab kita. Rasul Paulus adalah rasul besar karena Tuhan memakainya luar biasa, banyak mujizat-mujizat yang dia lakukan serta sebagian besar kitab Perjanjian Baru dia yang tulis. Walaupun begitu dia selalu menjaga hatinya. Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia (Kis.24:16), amin.