Pesan Gembala 25 September 2022

Shalom…

Jemaat Familly Blessing yang dikasihi Tuhan Yesus dan yang saya kasihi, ada rumus fisika : GAYA BERBANDING LURUS DENGAN TEKANAN Jika kita mau gaya-gaya’an dalam hidup, pastinya akan mengalami banyak tekanan untuk menyokong gaya tersebut, karena semakin besar gaya, semakin besar juga tekanannya, Oleh sebab itu JIKA HIDUP RASANYA BANYAK TEKANAN, JANGAN-JANGAN KARENA KITA KEBANYAKAN GAYA.

“Tetapi orang yang mau menjadi kaya, tergoda dan terjerat oleh bermacam-macam keinginan yang bodoh dan yang merusak. Keinginan-keinginan itu membuat orang menjadi hancur dan celaka.” (1Timotius 6:9)

Tak dapat dipungkiri bahwa kita hidup di tengah MATERIALISTIC SOCIETY, bahasa sederhananya MASYARAKAT MATRE, yang mana tanpa di sadari, masyarakatnya sedang “MENDEWA-DEWIKAN” UANG. Mengapa UANG? Karena UANG memungkinkan seseorang “membeli” dan “memiliki” gaya apapun dalam hidup. Akibatnya… Bangun tidur ingat UANG, Kerja siang malam demi UANG, Begadang karena UANG, Bersaing sana-sini berebut UANG, Lahir butuh UANG, Mati perlu UANG, Semua ujung-ujungnya UANG, Sampai-sampai berdoapun isinya minta-minta UANG, Supaya kelihatan hidupnya BERGAYA abis, gitu loh…

Yang kita butuh itu MAKAN dan MINUM, Lahir gak bawa UANG, Mati pun UANG gak di bawa. HIDUP MEMANG PERLU UANG, TAPI UANG GAK BISA MEMBELI KEHIDUPAN; MAU BERGAYA PASTI PERLU UANG, TAPI UANG TAK BISA MEMUTAR KEMBALI KESEMPATAN-KESEMPATAN YANG TELAH HILANG. Gaya-gaya’an boleh, tapi kalau gaya-gaya’an hanya bikin tekanan buat kita dan bikin kita sakit, buat apa? HIDUPLAH SEDERHANA DAN APA ADANYA, JANGAN MEMAKSAKAN DIRI, SYUKURI APA YANG SUDAH TUHAN PERCAYAKAN PADA KITA,. MAKA BERKAT YANG LEBIH BESAR LAGI PASTI TUHAN AKAN PERCAYAKAN PADA KITA.

”Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:7)

Pesan saya, hiduplah dalam apa yang kita punya, belajar MENCUKUPKAN diri dengan apa yang ada. Tuhan Yesus memberkati, Amin.