Fakta Alkitab: Mujizat Air Jadi Anggur di Kana, Asalnya dari Air Pembasuh Kaki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Orang Yahudi sangat memperhatikan soal menjaga kebersihan sejak dulu. Iklim Timur Tengah yang panas dan berdebu membuat mereka menyediakan tempat pembasuhan kaki dan tangan buat para tamu di setiap rumah. Hal ini merupakan wujud keramahtamahan mereka. Kebiasaan ini juga sejalan dengan aturan keagaman soal kesucian hidup. Dengan demikian air menjadi media yang penting untuk penyucian diri.

Dalam Imamat 15:11 dikatakan, “Dan setiap orang yang kena pada orang yang demikian, sedang orang ini tidak mencuci tangan dahulu dengan air, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.”

Orang Yahudi menyediakan tempayan atau bejana yang diisi air untuk mencuci kaki dan tangan. Selanjutnya tuan rumah akan mempersilahkan tamu membersihkan sendiri kaki dan tangannya, atau dia memerintahkan pembantunya melakukan hal tersebut.

Abraham menyediakan air pembasuh kaki

Dalam Kejadian 18, Abraham mempersilahkan tiga orang tamunya untuk membersihkan diri dengan air. Ketiga utusan Tuhan itu diminta mencuci kaki sendiri dengan air yang disediakan oleh Abraham. Bangsa Yahudi terus memelihara tradisi pencucian atau pembasuhan kaki hingga jaman Perjanjian Baru.

Kaki Yesus dibasuh

Yesus sendiri pernah mendapat pelayanan pencucian kaki ini di Betania. Maria melakukan pencucian kaki Yesus dengan minyak Narwastu berbau wangi yang mahal. Maria adalah saudara perempuan Lazarus yang pernah dibangkitkan Yesus dari kematian.

Pelayanan pencucian kaki itu bukan yang pertama, Yesus menerima pelayanan pencucian kaki ketika mendapat undangan makan di rumah seorang Farisi. Seorang perempuan berdosa meminyaki kepala dan kakinya dengan minyak wangi mahal. Melihat hal itu, sang tuan rumah melontarkan kritik pada Yesus. Menanggapi kritik itu, Yesus mengajarkan bahwa tindakan perempuan berdosa itu merupakan bentuk penyesalan pertobatan. Pembasuhan kaki adalah posisi merendahkan diri untuk memperoleh pengampunan atas dosa dan jalan keselamatan (Lukas 7:50)

Yesus tidak hanya menerima pelayanan pembasuhan kaki. Dia sendiri juga melakukan tindakan pembasuhan kaki pada murid-muridNYA. Beberapa hari menjelang Hari Paskah, Yesus dan murid-muridNYA mengadakan perjamuan makan malam bersama. Saat itu, mengambil sikap dan tindakan seorang pelayan dengan membasuh kaki para murid.

Dalam hal ini, Yesus menempatkan pencucian kaki dalam standar yang lebih tinggi dari sekedar tradisi dan menjaga kebersihan jasmani serta syarat keagamaan.  Yesus sedang mendemonstrasikan kerendahaan hati, kasih sejati, pembasuhan secara rohani, dan teladan kepemimpinan yang melayani.

Rasul Paulus menjadikan pencucian kaki dan pembasuhan kaki sebagai ukuran hidup kerohanian seseorang.

Rasul Paulus menyebut bahwa janda yang baik adalah seorang wanita yang bersedia melayani sesama termasuk dengan tindakan membasuh kaki saudara-saudara seiman (1 Timotius 5:10)

Penafsir Alkitab meyakini air yang diubah menjadi anggur oleh Yesus adalah air pembasuh kaki

Berkaitan dengan Mujizat pertama Yesus di Kota Kana, banyak penafsir Alkitab meyakini bahwa air pembasuhan kaki dan tangan menjadi bagian menarik dalam cerita itu. Karena tempayan-tempayan yang digunakan oleh Yesus untuk melakukan mujizat air menjadi anggur itu, biasanya digunakan untuk menampung air pembasuhan.

Ketika itu, Yesus memerintahkan pelayan-pelayan di sebuah pesta pernikahan untuk memenuhi enam tempayan dengan air. Masing-masing tempayan berkapasitas hampir 100 liter. Karena semua tempayan itu kosong, maka Yesus memerintahkan pelayan mengisi air dalam semua tempayan itu.

Di tempat itu pasti ada tempayan-tempayan lain yang masih berisi air, sebab tuan rumah pasti menyediakan banyak tempayan demi mengantisipasi banyaknya tamu undangan. Tetapi semuanya pasti digunakan oleh para tamu yang hadir sehingga Yesus menggunakan enam tempayan yang kosong.

Air yang Yesus ubah menjadi anggur memiliki kualitas tinggi

Minuman anggur yang menjadi kebutuhan pesta itu bukanlah anggur yang memabukkan. Bangsa Yahudi masih memegang hukum-hukum agama yang kuat sehingga minuman memabukkan adalah haram. Mereka mengkonsumsi minuman anggur, baik yang berbentuk sari buah atau hasil fermentasi. Khusus untuk minuman dari anggur fermentasi, mereka akan campur dengan air dengan perbandingan tertentu, sehingga tidak memabukkan.

Dalam hal ini, jika Yesus membutuhkan sejumlah volume air karena Dia ingin membuat mujizat minuman anggur yang berkualitas dan tidak melanggar aturan keagamaan.

Dan Mujizat itu terjadi, saat Yesus menyuruh para pelayan mencedok isinya atau memindahkan ke wadah yang lebih kecil. Seketika itu juga air berubah menjadi anggur. Lalu, ketika pemimpin pesta mencicipi minuman anggur itu, dia terperanjat. Dia mendapati minuman anggur yang nikmat. Hal itu juga diiyakan oleh para tamu yang merasa tetap memperoleh anggur berkualitas di penghujung pesta.

Mujizat air menjadi anggur ini telah menyelamatkan tuan rumah dari rasa malu karena berkaitan persediaan minuman anggur tidak kekurangan. (Yohanes 2:6-8)

Membasuh kaki mengajarkan kita bahwa bukan hanya kebersihan secara jasmani yang perlu kita jaga, tetapi juga kerendahan hati untuk melayani orang lain, seperti yang Yesus teladankan sendiri.

Apa pendapat Anda dengan tradisi mencuci kaki yang di kupas oleh Fakta Alkitab kali ini?

 

Sumber : www.jawaban.com


Tinggalkan komentar

*
*