Kehidupan yang Maksimal

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Seorang pendaki gunung kawakan sedang membagikan pengalamannya kepada sekelompok pendaki pemula yang mempersiapkan pendakian pertama mereka. Orang itu telah menaklukkan puncak-puncak gunung yang paling ganas, sehingga ia dipercaya untuk memberikan nasihat. “Ingatlah,” katanya, “tujuan pendakian adalah menikmati kegembiraan dan sukacita karena dapat mencapai … puncak. Setiap langkah membawa kalian mendekati tujuan. Jika tujuan kalian hanyalah untuk menghindari kematian, pendakian kalian tidak akan maksimal.”

Saya melihat bahwa nasihat itu berlaku pula dalam pengalaman hidup kristiani. Panggilan Yesus kepada kita untuk menjalani hidup kristiani bukan semata-mata untuk menghindari neraka. Tujuan kita bukanlah hidup dengan sedikit sukacita dan kepuasan, melainkan hidup yang penuh sukacita. Tujuan kita mengikut Kristus seharusnya tidak hanya untuk menghindari siksaan kekal. Jika itu motivasi utama kita, kita akan kehilangan keajaiban, sukacita, dan kemenangan setelah mendaki semakin tinggi dan tinggi bersama Yesus.

Tuhan menjanjikan kepada kita “hidup … dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Kita tidak dapat mengalami hidup dalam kepenuhan dan kelimpahan jika hidup kita dipenuhi rasa takut. Saat kita berjalan dengan iman, maka setiap hari kita akan memandang kehidupan kristiani sebagai tantangan yang harus dihadapi dan satu langkah lagi menuju puncak kemenangan!.Janganlah hidup secara minimal. Hiduplah semaksimal mungkin! Dakilah gunung kehidupan dengan penuh percaya diri!

Sumber : www.beritabethel.com


Tinggalkan komentar

*
*