Kesatuan Hati Menghasilkan Mujizat !

 

Yosua 4:11 “Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, maka menyeberanglah tabut TUHAN itu serta para imam di depan mata bangsa itu”.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh !. Peribahasa Indonesia yang sudah akrab di telinga kita mengandung makna kebenaran dan pengajaran di dalamnya.

Bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan hanya semata-mata berkat pertolongan Tuhan. Belum ada sarana teknologi dan perlengkapan seperti sekarang pada waktu itu yang bisa menyeberangkan manusia dalam jumlah besar dan singkat. Padahal, sungai Yordan pada masa itu dalam dan lebar.

Prosesi pengangkatan Tabut Tuhan sebagai lambang kehadiran Allah pada masa itu dilakukan oleh perwakilan-perwakilan masing-masing suku yang berjumlah 12 orang. Tidak ada satu suku pun yang menolak perintah Yosua (Ayat 4 dan 5).

Bangsa Israel juga taat kepada perintah Tuhan melalui Yosua. Mereka menyeberang dengan cepat-cepat sungai Yordan (Ayat 10). Ketika semua rakyat sudah menyeberang, imam-imam pengangkat Tabut yang semula berdiri di tengah-tengah sungai yang kering, bergerak ke daratan, air sungai Yordan kembali memenuhi bagian tengah sungai yang kering (Ayat 18).

Mengapa mereka sukses menyeberangi sungai Yordan itu ?

Pertama, ketaatan kepada pimpinan (Yosua). Untuk memiliki ketaatan tersebut, bukan sesuatu yang mudah. Mintalah kepada Tuhan agar Ia memberikan hati yang taat (Yehezkiel 11:19 11:19 “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat”).

Kedua, bangsa Israel memberikan respon yang tepat dan kerinduan hati untuk bisa menuju Yerikho (Kanaan) yaitu mereka bergerak cepat-cepat (bukan “bersantai ria”). Maknanya, mereka bersatu, bergerak seirama dan mengarah kepada kemajuan bersama alias tidak menetap terus di padang gurun (zona lokasi lama). Mazmur 119:60 “Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu”.

Ketiga, mereka mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan akan mendapatkan pertolongan sesuai dengan waktu-Nya. Sebaliknya, jika andalkan kekuatan diri sendiri maka ia akan menjumpai kekecewaan bahkan kegagalan. Yerima 17:7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! “.

Jika kita sehati dalam keluarga, tim pelayanan atau tim dalam pekerjaan, dan lain-lain, pertolongan Tuhan pasti akan diberikan pada waktu-Nya. Tugas-tugas yang kita terima akan menjadi ringan sebab dikerjakan bersama-sama dan sehati.

Sumber : www.beritabethel.com


Tinggalkan komentar

*
*