Takut Single Selamanya? Sejatinya, Inilah Resep Alkitab Yang Bisa Kamu lakukan

Kamu wanita? Sudah cukup umur, dewasa dalam sikap dan pikiran?

Kamu sudah bekerja dan mampu menghidupi diri sendiri?

Tapi, kenyataannya anda masih single.

Ya, berbagai kelebihan yang seorang perempuan miliki seakan tak berarti saat  masih berstatus single, jika mau jujur, pasti sebagian besar wanita galau dan gusar saat masih dalam status single.

Walau di depan teman dan keluarga bisa saja kita mengatakan baik-baik saja, dan tak ada masalah dengan status single, tapi, sebagai wanita normal pada umumnya tentu kita merindukan seorang kekasih atau bahkan teman hidup untuk mendampingi kita nanti.

Ini tentu bukan hal yang mudah, banyak sekali tekanan yang memaksa seorang single seakan harus cepat-cepat mengakhiri masa singlenya. Kira-kira apakah ada yang salah? Apa kita tidak laku atau tidak menarik di mata pria, dan bahkan seringkali merasa tak berharga saat tidak punya seorang “pasangan”. Hingga pada akhirnya kita bertanya-tanya pada Tuhan mengenai hal ini?

Kenapa kita masih single, sedangkan teman sebaya sudah bahagia dengan pasangannya?

Sebagai seorang Kristen tentu kita percaya , bahwa kita selalu berharga di mataNya, terlepas dari apakah kita masih single atau tidak, status single kita tentu tidak mengurangi  rasa cintaNya kepada kita. Bahkan kita sebagai manusia yang jadi repot dan pusing sendiri, hingga tak menyadari betapa berharganya kita. Tentu Tuhan ciptakan kita dengan segala rencana indahNya dan bukan sekedar iseng belaka, di sini kita yang perlu belajar , mencari tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Alih-alih pusing dengan status single kita, mungkin kita perlu sejenak berpikir, apakah kita sudah melakukan kehendakNya selama hidup kita, atau jangan-jangan selama ini kita sibuk menuntut Tuhan ini itu, tanpa kita mau peduli pada kehendakNya.

Saya teringat pada pesan seorang hamba Tuhan tentang masa single yang sedang saya hadapi , hamba Tuhan itu berpesan “ yang penting selalu utamakan Tuhan, apapun yang terjadi selalu utamakan Tuhan”.

Saat mendengar itu awalnya biasa saja, hingga akhirnya saya sadar bahwa tujuan hidup bukan hanya lepas dari masa single saja, tapi yang terutama adalah menggenapi rencanaNya.

Seperti Firman Tuhan pada Matius 6:33 “ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua akan ditambahkan kepadaMu”.

Ini adalah janji Tuhan kepada kita, saat kita mencari Tuhan dan kebenaranNya , maka semua akan ditambahkan olehNya. Sehingga kita perlu mencari dahulu Kerajaan Allah dan melakukan kebenaranNya , dan memberi berkat adalah tugas Tuhan dan kita tak perlu repot-repot mengingatkan Tuhan dan menagih janji-janji Tuhan karena percayalah Tuhan tidak akan pernah lupa dan terlambat menepati janji-Nya. Bahkan sering kali kita yang menghambat janjiNya datang kepada kita dengan sikap kita yang memberontak dan sibuk sendiri mencari solusi diluar kebenaranNya. Hingga pada akhirnya kita sendiri yang menyesal dan meratapi atas semua yang terjadi.

Sekali lagi jadikan Tuhan yang utama dalam hidup kita, dan tidak lagi menjadikan Tuhan sebagai second opinion atau bahkan pilihan terakhir saat sudah tidak tau lagi harus berbuat apa. Begitu pula tentang hal penantian kita akan pasangan hidup, sudah berapa kali kita gagal karena tak mau dengar suaraNya, atau kita hanya mengikuti nafsu dan tidak pernah melibatkan namaNya?

So, marilah kita fokus pada tujuan kita diciptakan olehNya, yaitu menjadi terang dan garam bagi sesama serta menggenapi rencanaNya. Tidak perlu repot-repot menuntut janjiNya , lakukan saja apa yang menjadi bagian kita. Bahkan saat kita terus fokus mencari dan mengejar hadiratNya kita bisa saja lupa akan segala berkat yang Ia telan janjikan kepada kita, karena hidup dalam Kehendak dan HadiratNya adalah sejatinya Berkat.

Sumber : Jawaban.com


Tinggalkan komentar

*
*